Rabu, 15 Mei 2019

Anda Mahasiswa ITS dan Sedang Bosan Penyetan Melulu? Ini Dia 7 Kuliner Surabaya yang Wajib Kamu Coba !

Haloo Rek, Selamat Siang!

piye kabare puasaan iki? hehehe tetap semangatt yo pastinya

      Bagi kita anak perantauan yang sedang menuntut ilmu di ITS, tentu daerah kawasan Keputih Gebang dan sekitarnya tidak asing lagi di telinga. Selain sebagai rumah kedua kita aka kos-kosan, juga Keputih Gebang merupakan tempat kita untuk membeli makanan sehari-hari, namun sebagian besar menu yang ditawarkan adalah penyetan kan...hehehew kadang mimin merasa bosan dengan menu makan yang itu-itu melulu, oleh karena itu, blog kali ini mimin akan mereview makanan apa saja yang ada di Surabaya, yang rasanya maknyuss, menggugah selera, dan pastinya cocok dengan kantongnya mahasiswa (yeuw tentunya mimin paham banget soal ini xD), dijamin deh ga bikin kantong jebol. Oke langsung saja tanpa bertele-tele panjang, berikut review makanan rekomendasi versi mimin, check it dot gaeys ^-^


1. Tahu Telur Pak Jayen


        Di antara penjual tahu telur yang ada di Surabaya, salah satu yang paling laris adalah Tahu Telur Pak Jayen ini. Warung ini sekarang sudah mempunyai 2 cabang, namun masih berdekatan antar satu cabang dengan yang lain. Alamat satu di Jalan Dharmahusada No.112 dan satunya lagi di Jalan Dharmahusada Indah I Blok C No.2 yang jadi satu sama bengkel mobil. Warung ini buka hanya pada malam hari, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga 23.30 WIB. 

       Saat datang ke warung ini, kita biasanya langsung menuju ke bapak penjual yang lagi masak itu (jadi sistemnya bukan kita yang didatangi, tapi kita yang mendatangi), dan akan langsung ditanya pesan berapa porsi dan berapa cabe.

 Dalam satu porsinya, terdapat tahu goreng, tahu yang digoreng bersama telut dadar, toge muda, kentang, dan lontong. Kemudian disiram dengan bumbu petis kacang yang sangat menggugah seleraDari segi rasa, bumbu petis dan ulekan kacangnya sangat berbeda dari yang lain, yang buat beda dari yang lain juga, rasa bawang putihnya sangat terasa. Warung ini pun tidak segan-segan memberikan komplimen berupa kerupuk yang banyak sekali, hingga menutupi piring kita. 

       Dari segi pelayanan, semua pelayanannya adalah cowok hehehe. Nah, kadang kalau sudah masuk waktunya makan malam, kita bisa antri sekitar 20 menitan. Namun kalau di waktu tidak padat pembeli, pelayanannya sangat cepat. Harga satu porsinya sangat terjangkau, yakni 15 ribu. 


      Tidak hanya dari kalangan mahasiswa saja, banyak juga masyarakat dari berbagai kalangan, pejabat sampai wisatawan yang menyempatkan diri untuk mencicipi Kuliner Surabaya yang satu ini. Jadi jangan heran kalau berkunjung ke lokasi, kamu bisa saja harus bersabar untuk mendapatkan meja sendiri. Kebetulan nih mimin pas makan ketemu sama Bang Glenn Alinskie, hehehe xD


2. Soto Ayam Cak Har


    Bicara tentang kuliner di Kota Surabaya tentuya tidak aka luput dari kuliner berkuah yang kerap kali dijumpai sepanjang jalan menuju Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Berasal dari Lamongan, tapi restoran ini mampu menarik hati para wisatawan yang singgah ataupun warga lokal Surabaya. Ialah Soto ayam Cak Har yang berlokasi di jl. Arief rahman hakim dan  tembusan MERR yang berada di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno No.220, Semolowaru, Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Buka mulai dari pagi 05.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB.

     Berbeda dari soto biasanya, Anda yang ingin memesan soto di sini bisa memilih bagian daging di mangkuk Anda. Misalnya daging bagian dada, bagian paha, atau bagian sayap. Sesuai selera Anda termasuk bagian buntut ayam atau orang lokal biasanya menyebutnya brutu. Ada pula bagian jerohan seperti ati, ampela, telur muda, hingga usus.


   Semangkuk soto biasanya berisi bihun, daun bawang atau seledri yang diiris tipis, nasi, irisan daging pilihan, dan tak lupa kuahnya yang kuning keruh yang gurih. Kesan pertama yang akan Anda pikirkan saat melihat soto ini adalah porsi yang sadis karena sotonya disajikan di mangkuk besar.

       Seperti tipikal soto Lamongan lainnya, di meja disediakan koya (terbuat dari kerupuk udang yang ditumbuk bersama bumbu) untuk menambah gurihnya hidangan. Anda bisa mengambilnya sepuasnya di toples meja makan Anda. Lalu ada satu hal yang menarik dari rumah Makan ini yaitu  yang bikin kedai soto Cak Har ini terkenal adalah karena di sini Kamu bisa makan soto dengan semangkuk balungan  ( Pretelan) yang berisi dari tulang ayam beserta ceker yang dipadu dengan kuah khas Cak Harr. yang melimpah tanpa dipungut biaya alias gratis. Porsinya banyak, satu mangkuk penuh dijamin Kamu yang suka dengan bagian tulang bakalan puas saat makan di sini. Meski gratis, balungan di Soto Cak Har ini memiliki rasa yang gurih karena direbus bersama dengan bumbu yang sedap. Harga per porsi yakni 23.000 Rupiah untuk satu mangkuk soto campur.


3. Sate Klopo Ondomohen


     Salah satu kedai legendaris yang menawarkan sensasi rasa sate klopo yang berbeda adalah warung sate klopo Ondomohen. Warung sate ini sudah ada sejak 72 tahun yang lalu, dan uniknya resep di warung ini tak pernah berubah sama sekali. Resep terus dijaga secara turun-temurun, sehingga sejak 72 tahun lalu cita rasa sate klopo di sini tak pernah berubah juga. Meskipun sate klopo berasal dari pulau Madura namun jenis sate ini lebih dikenal di kota Surabaya.




        Sate Kelapa atau biasa disebut Sate Klopo adalah sate yang menggunakan daging ayam atau sapi yang sebelumnya telah diungkep kemudian dibalur dengan parutan kelapa kemudian dipanggang dengan menggunakan bara api. Keunikan sate klopo khas Surabaya ini adalah bumbu olahannya. Sebelum dibakar daging sapi atau ayam akan dilumuri parutan kelapa yang gurih terlebih dahulu. Sebagai pelengkap saat penyajian juga akan ditambahkan serundeng, sejenis abon yang terbuat dari parutan kelapa. Perpaduan antara aroma daging dan parutan kelapa yang menimbulkan aroma harum yang khas dan sensasi yang gurih. Taburan kelapa pada daging sate ini menjadikan daging tidak mudah gosong pada saat dipanggang sehingga daging terasa lebih nikmat, gurih dan harum.


      Untuk bumbu kacang manis masih sama dengan bumbu sate pada umumnya, kemudian ditambahkan nasi pulen hangat/lontong dan di atas menu sate klopo yang sudah siap saji ada taburan srundeng. Bila anda ingin merasakan sensasi sate yang berbeda maka anda bisa mencoba sate usus atau sate sumsum di tempat yang sama. Sate sumsum menggunakan daging sapi yang dikombinasikan dengan sumsum sapi. Warung sate klopo legendaris ini diberi nama Ondomohen karenya lokasi warung ini berada di Jalan Ondomohen pada zaman dulunya. Jalan Ondomohen kini telah diubah nama menjadi Jalan Walikota Mustajab. Jika sedang dalam waktu senggang, sempatkan untuk mampir dan mencicipi kuliner legendaris yang satu ini.   Harga per porsi antara 20.000-30.000 Rupiah.


4. Ayam Goreng Nelongso



    Ayam Goreng Nelongso pasti sudah dikenal di kota Malang, namun telah melebarkan sayap hingga ke Surabaya. Ayam Goreng Nelongso telah ada sejak tahun 2012, menawarkan varian lalapan dan pilihan sambal yang bermacam-macam. Pengunjung bias mengambil sendiri sambal secara bebas. Varian menu lalapan yang disajikan seperti lalapan ayam, bebek, ikan, dan ceker. Lokasi kuliner ini menyajikan menu dengan harga terjangkau dan berada di kawasan kampus, sehingga sering digunakan sebagai destinasi kuliner para pelajar dan mahasiswa. 


     Keunikan Ayam Goreng Nelongso ini adalah pada macam macam sambal olahannya. Mulai dari Sambal Korek Pedas, Sambal Korek Ga Pedas, Sambal Ebi, Sambal Teri, Sambal Mangga Muda, Sambal Bawang, Sambal Pete, Sambal Bajak, Sambal Ijo, dan Sambal Plecing, semua memiliki cita rasa yang berbeda. Yang membuatnya sama hanyalah tingkat pedasnya yang cukup ekstrim, sehingga ampuh untuk membuat ‘nelongso’ pengunjung karenanya. Harga bervariasi, dari mulai 5000 rupiah sampai 25.000 rupiah tergantung menu yang kamu pilih. Terdapat banyak cabang Ayam Goreng Nelongso yang dapat ditemui di sekitaran ITS, yaitu di Jalan Raya Mulyosari dan Jalan Klampis Jaya, Surabaya. 


5. Coto Makassar



      Coto merupakan masakan khas yang berasal dari daerah Makassar di Sulawesi Selatan. Masakan ini sudah tersebar di seluruh Indonesia karena cita rasanya yang tidak pernah gagal memikat lidah penikmatnya. Makanan ini terbuat dari olahan daging sapi serta kaya rempah yang merupakan ciri khas makanan di Indonesia timur. Hidangan coto Makassar biasanya disajikan bersama bawang goreng dan daun seledri. Menurut orang Makassar sendiri, biasanya sebelum makan hidangan ini, jeruk nipis merupakan hal yang wajib untuk ditambahkan ke dalam kuah coto. Selain itu garam serta kecap maupun cabai dapat ditambahkan sendiri oleh penikmat hidangan ini. Komposisi rempah yang ditawarkan cukup banyak sehingga membuat kuah coto Makassar terasa sedikit lebih kental dengan cita rasa yang kuat.

    Makanan ini biasanya disajikan bersama ketupat dan burasa (sejenis lontong) sebagai pengganti nasi. Selain itu makanan ini juga akan terasa lebih enak apabila ditambahkan kacang sebagai pelengkap. Harga coto Makassar cukup variatif berkisar antara 15 ribu hingga 30 ribu sesuai dengan cita rasa serta banyaknya daging yang ditawarkan. Di daerah asalnya sendiri, terdapat penjual coto Makassar yang sangat terkenal diantaranya Coto Nusantara, Coto Paraikatte, dan Coto Gagak. Bahkan beberapa diantaranya telah beberapa kali diundang ke Istana Negara untuk menjadi pilihan makanan di bulan Ramadhan.  Coto Makassar ini di Surabaya bisa kita temui di warung makan Coto Makassar Daeng Kulle, berada di Jalan Achmad Jais No. 4 Surabaya. Buka pukul 09.30 hingga 17.00 WIB.  Apabila kita berbicara mengenai penilaian terhadap makanan ini, kami dapat memberikan nilai 9 dari 10. Jadi tunggu apalagi, kuy nyobain coto Makassar.


6. Pallu Bassa



      Makassar punya banyak sekali makanan khas. Mulai dari makanan berbahan dasar ikan, daging, sampai sayur. Semua punya citarasa yang unik yang cocok untuk dimakan dalam segala suasana, mau makan pagi, makan siang, ataupun makan malam. Kali ini saya akan mereview tentang pallubasa.
Sekilas, Pallu Basa ini terlihat mirip dengan Coto Makassar. Namun, dari penyajian dan bumbu – bumbu yang disajikan berbeda. Meski sama-sama menggunakan daging sapi, cara pengolahan dagingnya pun tidak sama. Tidak sedikit juga ada juga wisatawan dari luar makassar yang mengira itu sejenis minuman seperti es pallu butung, karena sama-sama menggunakan kata "pallu".
Yang paling tersohor di kota Makassar adalah Pallu Basa Srigala atau dengan singkatan PalBas Srigala, nama srigala diambil dari tempat bernaungnya warung makan ini, di Jl. Srigala. Tempatnya ada dua dan saling berhadapan dipisahkan oleh Jl. Srigala. Yang membuat istimewa adalah antrian pengunjung di tempat ini. Belum selesai kita habiskan seporsi makanan, sudah ada yang mengantri di belakang kita. Porsi pallubasa serigala ini cukup besar dengan daging yang juga lumayan banyak, Tidak heran harganya juga mencapai Rp. 40000.  Aroma yang ditimbulkan oleh kelapa parut sangrai yang legit membuat nafsu makan meningkat. Si kelapa parut sangrai ini juga membuat tekstur kuahnya jadi unik.


7. Ayam Bakar Wong Solo


     Di bulan puasa, acara buka bersama tidak terlepas dari bulan ini. Salah satu tempat yang dapat direkomendasikan untuk orang Surabaya adalah Ayam Bakar Wong Solo. Ayam bakar yang satu ini mungkin satu-satunya ayam bakar asal Indonesia yang terkenal sampai ke negri Jiran Malaysia, tapi kita gak perlu bahas terlalu jauh bagaimana ayam ini bisa terbang sampai ke Malaysia, karena Ayam Bakar Wong Solo sudah ada di pusat kota Surabaya. Dan kali ini aku disuguhi menu andalan dari Ayam Bakar Wong Solo ini, yaitu Ayam Bakar dan Ayam Penyet. Ayam Bakar Wong Solo beralamatkan di Jalan Walikota Mustajab No.3, Surabaya.





     Dua-duanya dihiasi perhiasan yang sama yaitu bihun goreng, tahu goreng tepung, sambal ijo dan terong. Sangat menggugah selera makan jika sudah menjadi satu di mulut dengan mematok harga Rp 18.000/ paketnya. Bisa dibilang harga yang sangat terjangkau untuk paket yang komplit ini. Selain itu, Ayam Bakar Wong Solo juga menyediakan menu ayam lainnya, ada iga bakar/goreng (35k), balado cumi/udang (28k), ikan gurami bakar/goreng (45k), sate paru sapi (11k), tongseng ayam (22k), oseng kikil lombok ijo (23k), cah kangkung (15k) dan. balado pete (23k). Untuk menu minuman yang disediakan di menu tempat ini, terdapat menu spesial disini ada yang namanya es campur (13k) dan es buah (13k). meskipun tanpa dilengkapi AC dengan angin semilir dan menu minuman ini cukup membuat pelanggan menjadi segar.




Okeee gaeys.. Sekian dulu Review makanan dari mimin. Mimin tidak sendirian, disini kami mereview sebagai tugas dari Mata Kuliah Wawasan Teknologi, Anggota kami yaitu:
 Winda Nur Azizah (02311640000017)
Farah Qoonita Syuhaila (02311640000120)
Adyatma Taufiq (02311640000138)
Alkalanta Yusuf Bimahardji (02311640000162)
Nesa Syofar Zahav Maingak (02311640000077)
M. Indjra Dj (02311640000068)
Kokoh Priambodo (02311640000083),
dan Assad Resi Alfurqon 

Kami pamit undur diri. 
Semoga Bermanfaat ! ^-^ 

Senin, 01 April 2019

when i feel i'm not okay

when u feel like u live alone, with lonely
when u feel like u have done the right thing to others, 
when u feel like u have so many friends, but the real says u are hated by all of them
when u feel like u have appreciated your friends' hobby, but instead your friends don't respect you
when u feel like u have lost ur bestfriends,or only u that think they're the best but they don't think of u at all?
when u feel like u have given the cheers to others, but the real is, urself that needs its spirit
when u ask something that u don't know to the other, but they say they don't know too, but when u see the truth, they are lied, they know, and want u to don't know about it.
when they say u are one of the part of theirs, but u feel like, hey, are u sure wtf?
what's wrong with me? I feel like I was shunned and hostiled
i feel like nobody want to hold my hands, to get out from this black hole 
bury grief in the deepest trough, just wanna cry, everyday, everytime
but one thing from this sadness make me realized,
maybe I have forgotten, that I have the Greatest God, Allah Swt.
now Allah Swt is calling u to miss Him
let those tears are down at ur pray and sholaat, and just let Him to hear what about ur problems are.
He is just missing u..
Because u are so busy with ur dunnya. 
maybe I forgot too,
I'm not alone, Allah Swt is always beside me, wherever I go, Whenever, and Whatever the conditions. He will not leave me.
Behind me and Before me is God, and I have no fears.
Win, God knows u are a strong girl !

Selasa, 20 November 2018

Sebuah Iklan Layanan Masyarakat tentang Pentingnya Konsumsi WorTel


Hasil gambar untuk WORTEL
Jangan lupa makan wortel setiap hari
karena wortel selain nikmat, juga baik untuk mata
sehingga kamu tahu bahwa untukmu,dia tak pernah punya CINTA
OKE OKE ??! SADARLAH SADARLAH!
MAKAN WORTEL TIAP HARI AGAR MATAMU MELEK!
AIRMATA KAMU INDAH!

:)

Drop sehabis Ujian Kenaikan Tingkat


Ujian kali ini di Dojo PJB Ketintang Surabaya

  Lama sekali sudah tidak menulis blog lagi, karena memang lagi disibukkan dengan dunia perkuliahan 22 sks. Kali ini aku mau cerita tentang kegiatan yang kemarin baru saja dilewati, yaitu Ujian Kenaikan Tingkat Kempo, hiyaa. Mungkin yang mengikuti aku di laman sosmed Instagram melihat satu minggu terakhir postinganku mengenai kempo melulu, tidak lain tidak bukan adalah untuk memotivasi diriku sendiri agar lebih giat dan keras lagi berusaha.

           Ujian kali ini perubahan dari Kyu 4 menuju ke Kyu 3, dimana kalau lulus berarti ganti warna sabuk, dari putih ke hijau. Meskipun senpai ku selalu mengatakan bahwa kalian sudah pasti lulus, bukan berarti gw asal-asalan mengikuti ujian kali ini. Karena gw tau kalau di ujian kali ini untuk masalah roll on & roll back pasti banget diujikan, dan gw tuh ga bisa cuy wkwkw lebih tepatnya ga berani, apalagi tanpa matras. 

            Terlebih minggu perkuliahan ke-13 ini menurutku sendiri adalah peak (puncak) dari segala deadline-deadline. Segala puji bagi Allah swt, dengan segala kemudahan-Nya aku bisa melewati minggu ke-13 ini dengan lancar, dan bisa membagi waktu dengan sangat baik, dan aku pun masih bisa meluangkan waktu istirahatku meskipun hanya 2 jam untuk ke sekre UKM Kempo di SCC buat latihan hari rabu, tapi ternyata dipake anak muai thay, yasudah lah aku balik lagi ke lingpus buat ngerjakan tugas lagi. dan akhirnya aku memutuskan untuk latihan roll on di hari jumat pagi jam 7. Kala itu gw sih iseng aja ya ngerekam diri sendiri waktu latihan roll on, kepala kejeduk lantai berapa kali, wkwkw dan ada salah satu muka gw yang ga ketolong lagi jeleknya wkwkw akhirnya gw putusin buat aplod tuh video di IG stories. wkwkwkw dan yang pertama kali reply IG story gw adalah senpai gw u knowwww wkwkwkwk what the hell. yaa tentunyaa tak lupa diiringi dengan hujatan-hujatan netijen setia gue sih yha wkwkw 


reply dari senpai Cok

      Alhasil, senpai Cok Yoga dengan jiwa ke-senpai-an nya, tidak lama kemudian datang ke sekre buat ngajarin langsung :""" padahal pada hari sebelum2nya dia bilang ngga bisa, tapi akhirnya dia datang meluangkan waktunya demi kenshinya, menurut aku itu sesuatu banget sih :" seseorang yang sangat berdedikasi tinggi. aahh akuhh kaan jadi baperr digituin senpaai :"( wkakakakk xD.

sebenarnya targetku di sekre hanya 2 jam, dari jam 7-9 pagi, tapi karena sp. Cok mau datang melatih, yasudah aku tolerir lagi ke diri aku buat ngerjakan deadline tugas dosen sampe jam 11. karena keasyikan latihan nih, gw lupa kalau parkiran baak ditutup jam 11.30 dan baru dibuka lagi jam 1 wkwkw yasudahlah daku terperangkap di sekre dan untungnya waktu itu ada Witri datang dan membawa laptop, dan aku pun meminjam laptopnya buat ngerjakan tugas Teknik Optik (TO). sumpah ngebut cu wkwkwwk 

       Setelah jam 1 itu, kegiatanku benar-benar sibuk di jurusan, dari kerja kelompok TO lagi, kerja kelompok Getaran, asistensi TO, presentasi Jurnal TO, asistensi Getaran, lanjut belajar kelompok Getaran lagi, luar biasa kan.. nah baru pas jam 21.30 wib semua kegiatan itu kelar dan aku memutuskan untuk langsung istirahat saja, tapi sesampainya di depan kos, gw yang bodohnya sudah merasa sakit pinggang dan bahu semenjak maghrib tadi ngga langsung ke apotek saja buat beli counterpain, akhirnya setelah beberapa menit bengong di depan kos karena ragu mau langsung tidur aja atau beli obat oles dulu, akhirnya jadi beli ke apotek lagi. 

       Keesokan harinya, kaki dan bahu ku sakitnya bukan main, but the show must go on, karena senpai Cok hari ini tidak bisa datang dengan alasan mengikuti sidang lmb yang sifatnya wajib, jadi untuk meng-koordinir adek2nya diserahkan ke aku. Alhamdulillah hari pertama Ujian Kenaikan Tingkat berjalan dengan lancar, meskipun setelah latihan kepalaku sakit banget, ngga tau kenapa. Setelah sampai di kos aku langsung minum obat sakit kepala dan tidur. pas bangun rasanya mau muntah, jadi aku cuman makan roti, dilanjutkan dengan review gerakan lagi bersama witri sampai jam 23.30 wib.





tempat ujiannya

       Hari kedua, tak lupa sarapan,namun aku cuman bisa memakan sarapanku setengah porsi, kemudian lanjut pergi ke tempat ujian. Ujian berlangsung lancar, sampai di penutupan, semua kenshi dewasa disuruh berkumpul dan melaksanakan tradisi, yaitu guling-guling, roll on, roll back. Saat itu aku posisi habis makan siang, dan setelahnya tradisi itu kepalaku muter-muter ga karuan, bener-bener mau muntah, dan ga tau lagi, ntar nasib si Iyo apakah bakal kena muntahan ku atau ngga, (jadi aku pulangnya nebeng Iyo), eh ternyata pas sampe kos baru muntah banyak banget. isi makanan siang tadi aku keluarkan semua. 
nebeng iyo karena malamnya sehabis latihan review gerakan
ban sepeda motorku bocor


setelah muntah itu, badanku mulai panas, dan sakit kepala yang mendera, kuputuskan untuk tidur, tapi ngga bisa tidur, yang ada malah muntah lagi, sampai muntah yang ketiga aku udah bener-bener ngga berdaya, disitu lah aku memutuskan untuk minta tolong ke Witri buat bawa aku ke IGD. awalnya aku bilang ke mamaku mau ke dokter yang ada di apotek kimia farma aja, tapi kata mamaku loh kenapa ke dokter yang di apotek, ke IGD aja. yoweslah cabut, alhmdulillah witri gercep. makasih banyak syanak :"" Bingung aku minta tolong ke siapa lagi selain anak-anak banjar :""" keluarga terdekat ku di sini.

ujian yang sesungguhnya
        untungnya aku hanya beberapa jam saja di igd, dengan beberapa suntikan yang diberikan dan rasa suntikannya sakit banget. Sekali lagi terima kasih banyak buat Witri yang sudah sangat mau direpotkan oleh aku. Ngga tau lagi, bener-bener ngga berdaya, makasih banyak pokoknya, dari mulai meegangin tanganku di sepeda motor buat pegangan pinggangnya, mengingatkanku pada mamaku yang juga selalu gitu kalau aku lagi sakit, bukannya ngga mau pegangan, aku udah pegangan dikit, tapi namanya lagi bener-bener lemas ngga berdaya jadi kayak ngga megang,tapi sebenarnya udah megang wkwk suwun pol.
         
        Terima kasih banyak aku ucapkan kepada teman-temanku netijen instagram yang sudah mendoakan semoga cepat sembuh, kepada teman-temanku yang perhatian aku waktu itu sedang di rumah sakit mana tapi ngga kubalas, karena memang lagi butuh waktu istirahat. Mungkin ini ujian yang sesungguhnya. Ujian kali ini benar-benar berkesan, sampai-sampai aku ngga sadar lagi bilang dokternya itu Senpai, gara2 masih kebawa suasana ujian mungkin hahaha.

Ketahuilah, sakit di tanah perantauan adalah hal yang harus sangat dihindari, tapi ya namanya sakit ngga tau juga ya bisa saja datang kapan saja mendera. :))


Terima kasih sudah membaca blog ini, hope we are always protected in all condition, Aamiin..



Jumat, 20 Juli 2018

Kue Bolu dengan Resep Sederhana, dijamin Anti Gagal bagi Pemula!

Bahan-bahan:
1) 7 butir telur (disini aku memakai telur ayam)
2) 250 gr tepung terigu
3) 200 gr mentega blueband
4) 250 gr gula pasir
5) 1 buah vanili bulat
6) 1 sachet krimer kental merek 'Enak'

Cara membuat:
1. Cairkan mentega, lalu diamkan.


2. Mixer telur, gula, dan vanili dengan kecepatan tinggi sampai mengembang (kira-kira membutuhkan waktu sekitar 30 menit).
telur

gula pasir

1 buah vanili bulat

masukkan gula, telur, dan vanili

mix dengan kecepatan tinggi
mix sampai mengembang, kira-kira sekitar 30 menit


3. Sambil menunggu adonan mengembang, di tempat terpisah, tepung terigu diayak agar halus, bersih, dan tidak menggumpal.
ayak tepung agar tidak ada tepung yang menggumpal

4. Setelah mengembang, matikan mixer, masukkan tepung terigu secara bertahap (tidak langsung dimasukkan semua), lalu aduk rata (tidak usah pakai mixer, pakai tangan saja)

5. Setelah dimasukkan tepung terigu, masukkan susu, mentega cair yang sudah tidak panas lagi, lalu aduk rata.

6. Sediakan loyang khusus untuk mem-baking kue bolu, biasanya bentuknya bundar lalu tengahnya ada bolongnya. Lalu oleskan mentega pada seluruh permukaan di dalam loyang. Tak lupa juga taburkan tepung terigu agar tidak lengket nantinya saat membalik kue dari loyang. Lalu masukkan adonan ke dalam loyang.


baking pan khusus untuk kue bolu, jadi tidak pakai oven lagi


7. Panggang dengan api sedang. (estimasi waktu memanggang 30 menit, sambil sesekali dicek dengan tusuk gigi/ujung sendok pada adonan, apakah masih ada yang lengket pada tusuk atau tidak, kalau tidak berarti sudah matang)
Taraaa.. Kue ku sudah jadi, Alhamdulillah berhasil, tapiii nih tapii,
waktu itu aku lupa menaburkan tepung terigu pada loyang, alhasil
ketika dibalik dari loyang, kulit luar kue nya lengket ke loyang, 
sehingga hasilnya pun jadi seperti itu. Tapi rasanya tetap enak kok,
 hehehe

Selamat mencoba Sobat...! :)


Minggu, 03 Juni 2018

Short Escape From Surabaya: Backpacker-an Sehari ke Bukit Budug Asu, Lawang, Malang, Jawa Timur


Rute backpackeran :
1. dari Surabaya
2. naik Kereta Penataran (keberangkatan pertama pukul 4.50 WIB dari st. Wonokromo, turun di st. Lawang)
3. naik angkot ke Kebun Teh Wonosari
4. jalan kaki ke puncak sekitar 3 jam
5. sampai di puncak istirahat
6. turun lagi jalan kaki 2 jam
7. naik angkot lagi, cari makan di Pasar Lawang
8.  tepar, istirahat di St. Lawang
9. pulang Sby lagi.


Perkiraan biaya:
pp tiket kereta: 12.000 x 2   =24.000
angkot pp : 6.000 x 2           =12.000
makan pagi :                        =10.000
makan siang :                      =15.000
angkot dari pasar ke stasiun=  3.000
biaya lain-lain :                   = 16.000++
-------------------------------------------------
total                                    = Rp. 80.000++

Catatan Kaki:
Siap-siap kaki rasanya pengen copot

'Tidak ada satu pun mimpi yang terdengar konyol setelah ia menjelma menjadi kenyataan '

finally no wacana

...

Ya, manusia bisa berencana, tapi tetap Tuhan lah yang menentukan. Sebelumnya aku mau cerita dulu ya hihi, jadi ceritanya pagi itu ban sepeda motorku bocor, kelas jam 7 pagi pun harus kukejar dengan jalan setengah lari karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.50, sebuah semangat pagi ini bisa berangkat jam segitu karena biasanya jam 7 lewat 5 baru berangkat, untungnya ngga telat. 

Setiba di kelas, Donna mengabarkan bahwa si kakak siklus ini (siklus adalah nama ukm pecinta alam) ngga bisa ikut mendaki gunung hari Sabtu karena ada tugas lapangan. Jelas lah ya aku sedih banget, tapi ya mau diapain lagi, aku mencoba untuk menenangkan diri bentar. 

Baru lah selesai kelas, aku dan Donna kembali duduk di pelataran kelas, sambil berdiskusi rencana lain untuk berpetualang hari ini.

Bakalan sayang banget nih kalau ngga dimanfaatin untuk berpetualang, karena di beberapa hari ke depan waktu itu ada libur satu minggu penuh. Benar-benar libur panjang di semester genap yang sibuk ini, karena Senin dan Selasa kuliah memang sengaja diliburkan persiapan tempat ujian menjelang SBMPTN, terus disambung hari Rabu yang memang kami ngga ada jadwal kelas dan Kamisnya ada libur nasional lagi. ditambah Jumatnya ditanya sama dosen kami barusan kelar kelas, "Ntar Jum'at depan mau diliburkan juga atau gimana?"wkwkwk

...

Tercetuslah nama Bukit Budug Asu dari usulan Donna, yang sebelumnya aku mengusulkan agar kita escape ke Batu, Malang aja. Wah asyik juga tuh, namanya terdengar rada-rada meso ya. Sambil mencoba searching sedikit, Donna pun menceritakan bahwa dulu dia bersama teman-teman siklus ITS pernah kesana, namun ngga bermalam.

Rencana baru pun disusun, Donna mengusulkan untuk bermalam mendirikan tenda di puncak bukit Budug Asu tersebut sepertinya asyik. Aku yang ngga pernah sama sekali nge-camp pun sedikit mengernyitkan dahi, ada sejelimat pikiran menyelubungi tentang gimana nanti kalau mau buang air, atau semisal ada hewan liar, dan segalanya, maklum lah. Namun siapa takut mencoba meninggalkan zona nyaman, ya kan? hmhh iya bung kan kitorang masih jiwa muda wetseh

Setelah mencoba menyusun target apa saja yang perlu dipersiapkan, kami pun pulang dengan berjalan kaki menuju stasiun Migo, persewaan e-bike pertama di Indonesia, ya tahu sendiri lah seperti yang sudah kuceritakan di awal bahwa ban sepeda motorku lagi gembos hiks, dan aku pun sangat mager  dengan siang-siang terik panasnya Surabaya untuk menggiring sepeda motor ke tukang tambal ban, sehingga gw putuskan untuk menyewa sebuah migo hehehe dasar pemager!  kemudian, kami pun boncengan so swit so swit gimana gitu pegangan dengan pulang mengendarai migo, wkawkwak secara lapak duduknya kecil. dan sehabis nganter Donna, gw pun segera balik ke kosan untuk menyelesaikan tugas lapres, kemudian mengumpulkannya ke jurusan. 

di Jurusan, aku bertemu Qori’, teman asal Banyuwangi. akupun bertanya-tanya seputar jalur kereta api dari Surabaya-Lawang, dia pun menyarankan beberapa nama kereta yang bertujuan Malang, salah satunya adalah Kereta Penataran. Lalu aku pun mulai mengerti bagaimana cara mengetahui jadwal keberangkatan kereta dari mbah Google, pun untuk menempuh tujuan-tujuan lain ternyata banyak sekali nama-nama kereta dengan rute yang sudah ditetapkan, hahaha suwun Qor, asli aku bener-bener udik masalah ini. Maklum lah di Kalimantan ngga onok sepur lur.


Singkat cerita, karena tadi rencananya pengen nge-camp, Donna pun menghubungi kaka tingkat (kating) buat pinjam alat. Tapi katingnya ini ngga bales-bales line Donna dari pagi tadi ampe Donna ketiduran. Ternyata pas siang sekitar jam setengah duaan, katingnya ngasih tau bahwa dia sedang ada praktikum hingga pukul 5 sore. Hmmh.. ngga bakal kekejar nih kalau harus nunggu kating tersebut selesai praktikum. Akhirnya kami pun memutuskan untuk ngga jadi berangkat siang ini, karena pertimbangan waktu yang mepet dan semisal dipaksakan untuk berangkat sekarang, ketika sampai Lawang sore hari bakalan sudah ngga ada angkot tersedia.

....

Akhirnya pukul 3 pagi, aku pun bangun, bergegas mandi, dan bersiap-siap. Tak lupa ku nelpon Donna terlebih dahulu. Astaga, Donna ngga tidur semalaman wajor wkwkw ada rapat ukm katanya, bener-bener nih anak. Selepas sholat subuh  akupun langsung ngegas ke Gedung SCC untuk menjemput Donna, lalu bergegas ke kosannya untuk mengambil barang-barang. wkwkwk kalau ingat kejadian waktu itu, wkwk parah, berangkat dari kos Donna pukul 04.26 WIB, sedangkan jadwal keberangkatan Kereta Penataran adalah pukul 04.47 WIB berdasarkan Sumber Mbah Google. Kalau tidak keburu keberangkatan pertama, terpaksa harus mengundur rundown ke keberangkatan kedua sekitar pukul 07.47 WIB. Bakalan sayang banget kebuang waktu kalau ketinggalan kereta pertama. Jadi salah satu jalan keluarnya adalah gw harus ngebut secepat-cepatnya. Okelah, Syaapp-syaapp ngebuutt, Donn pegangaaann! wkwkwwk

Jarak dari ITS ke Stasiun Wonokromo ditempuh dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya! Sekitar 15 menitan udaah nyampe xD pukul 04.45 tepat kami sampai di stasiun pemirsah bayangkan wkwkwkw aku udah ngga bisa liat speedometer lagi saking buru-burunya waktu di jalan, selain itu juga karena sangat berbahaya. langsung lah lari terpingkal-pingkal and then menuju loket Go Show. Ternyata Oh Ternyata... sumber Mbah Google sedikit melesyet, Masya Allahh keretanya berangkat pukul 04.50 WIB, njir akhirnya aku dan Donna pun ketawa-ketawa ga jelas, gilss parah kaki bener-bener lemess. 

Lanjut, perjalanan ditempuh sekitar 1 jam 40 menit. Kami sudah sampai di Lawang pukul 06.29 WIB. Udaranya pas keluar bener-bener adem.

Donna sewaktu di kereta wajib tidur ya! gantian gw yang jagain lo.

Mungkin karena waktu itu lagi akhir pekan, jadinya kami kedapatan tiket dengan 1 kursi dan satunya lagi tanpa kursi. akhirnya kami pun berbagi duduk. Syukurnya muat wkwkwk.

Tiba di Lawang pukul 06.29 WIB menggunakan kereta Penataran




pemandangan gunung-gunung di sepanjang jalan

Maaff Don wkwkwk sebagai kenangan wkwkwk

Sunrise at train! hola
Sebelum melanjutkan perjalanan, alangkah baiknya kalau kita sarapan pagi dulu. Setibanya di Stasiun Lawang yang berada di pinggir jalan, kami menyebrangi jalan raya tersebut dan mampir ke warung Soto. Murah meriah dan enak, hanya Rp. 10.000,-. Untuk menghemat biaya, kami memesan tanpa minum, karena sudah ada persediaan di ransel.






Lalu, setelah selesai makan, kami berdiri di pinggir jalan menunggu angkot. Kata Donna, rute pertama kita untuk menempuh Bukit Budug Asu adalah memasuki kawasan Kebun Teh Wonosari terlebih dahulu. Angkot pun datang, bapak Angkot sangat ramah, beliau sedikit memberi tips agar  masuk menuju penanjakan bukit budug asu tidak melewati pintu utama, melainkan berjalan sedikit menyusuri area kebun teh agar tidak kena tarif distribusi masuk pintu utama kawasan teh tersebut. hehehe. lumayan. karena kalau masuk lewat pintu utama kita diharuskan membayar 15.000 per orang. 

Oleh karena itu, kami diturunkan di area kebun teh, beliau juga berpesan agar sudah siap-siap pulang pukul 3 sore, karena batas angkot yang naik ke kawasan kebun teh biasanya hanya sampai jam 3 sore, selebihnya stop beroperasi. 

pemandangan tanaman jagung di sepanjang jalan menuju kawasan kebun teh Wonosari

akhirnya sampai di kebun teh, hmmhh gw serasa di Bandung 

taksi angkot pun perlahan meninggalkan kami. Nah, Kalau naik lagi ke atas itu ada pintu
 utama masuknya. kami cukup turun disini, walau rada sedikit jauh jalan kaki.

Sebelumnya, kami berfoto ria dulu nih yaa sebelum mendaki bukit. ^-^"











eh, btw jangan bosan yaa buat scroll sampai bawah, karena ini masih merupakan awal kisah perjalanan kami wkwk 

Setelah sampai menyusuri kebun teh, kami melihat ada perumahan warga, sepertinya perumahan dinas, karena bentuk rumahnya sama dan dicat dengan warna yang sama pula. Daripada tersesat, kami pun bertanya kepada warga sekitar ke arah mana untuk menuju bukit. Kata mbak nya waktu itu terus lurus aja, sampai nemu petunjuk arah selanjutnya. 

perumahan warga sekitar

Mulai melangkah setapak demi setapak

rumah ijo

kami pun melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya menemukan palang penunjuk arah. Ternyata di atas masih banyak perkebunan teh. Yang kami lewati pertama tadi tidak seberapanya. 

putar ke kiri nona manis e

Pendakian bukit pun dimulai. Trek yang dilalui tentu saja menanjak. Kadang tanjakannya curam dan kadang sedikit landai. Tapi kami nikmati tantangan itu. Sekitar pukul 8 pagi kami mulai dari palang tersebut.

Dalam ekspektasiku, mendaki bukit tersebut seperti berwisata, eh ternyata, ekspektasiku salah besar. Mungkin ini tidak seberapanya dengan mendaki gunung, tapi bagiku bukit ini udah kyk gunung  aja wkwk soalnya aku ga pernah naik gunung vroh..
'langkah-langkah pertama saja km sudah berkeluh kesah win, ah payah!'

Untuk mengurangi keluh kesah, aku habiskan waktu perjalananku sambil memotret keadaan sekitar, sesekali minta difotokan Donna. wkwkwk ngga sesekali sih, tapi lumayan sering. 

Bagaimana pun keadaannya, you're not alone.. 

jalur berbatu.. kaki serasa refleksi sepanjang jalan

awalnya sih ngga kerasa sakit, lama-lama ... hehehee







istirahat sebentar

Di sepanjang jalan, aku sedikit heran dengan penamaan bukit ini, kenapa tempat sebagus ini namanya harus ada unsur meso (kasar) nya. dan ternyata jawaban dari keheranan kami pun terjawab, ternyata ketika rada sedikit di atas, banyak kawalan anjing liar menghadang. Astaga, jelas lah mulutku mulai komat-kamit panik berdoa, agar anjing-anjing itu ngga mengejar kami. Dipantauin anjing-anjing itu aja udah bikin bulu kudug berdiri btw. Gak disangka ternyata anjing-anjing yang menggonggong tersebut hanya diam ngeliatin kami, mereka ternyata lumayan jinak. Syukurlah. Tapi boro-boro lari, takut malah dikejar, kami pun berjalan perlahan-lahan.


para anjing menggonggong, pantas saja dinamakan Bukit Budug Asu

ternyata untuk sampai ke titik ini bisa menggunakan sepeda motor hahaha
ini tempat penitipan sepeda motor

terdapat petunjuk arah lagi

Syukurnya, anjing-anjing itu berkoloni kebanyakan di daerah sekitar penitipan sepeda motor tersebut aja. Selebihnya di atas sudah cukup aman rek. Waktu itu cukup banyak yang mendaki bukit ini. Ada juga bule yang menyapa kami waktu itu, jalannya super cepat wkwk "Hello!" sapa bule itu ke kami , lantas Donna dengan refleks menyapa balik dengan "Monggo" dan bersamaan dengan Donna aku bilang "Hi!", seketika kami bertatapan, lalu tertawa wkwkkwkwk bule disapa pake bahasa jawa wkwkwk xD sepertinya Donna sedang Lelah xD sesekali kami berhenti untuk duduk beristirahat. Hari itu terasa sangat damai.




mulai lelah 

gaun putih hmmh 

kurang kerjaan wkwkwk yang penting happy

Beberapa jam kemudian, kami tiba di area seperti di drama korea.. waaa! what a beautiful view!
Ngga tau ini tumbuhan apa namanya, namun gradasi warnanya terlihat indah. 
Subhanallah ciptaan-Nya..

huaaa aku adaa di Koreaa wkwkwk







 Mungkin sudah hampir 2 jam lebih kami berjalan, namun urung menemukan titik puncak Bukit Budug Asu ini. Persediaan air mineral 1,5 literku juga sudah hampir habis, namun kata Donna di atas nanti ada sumber mata air. Okedeh akuu sudah tak sabar menunggu. Akhirnya tak lama pun kami melihat secercah harapan, lihat Don disana ada pos :D seketika kami pun kembali bersemangat. Kebetulan kami berbarengan dengan anak-anak pramuka yang dari topi nya bertuliskan masih duduk di bangku SMA.



rombongan anak pramuka

di pos ini ternyata kita harus bayar tiket masuk sebesar 5000 Rupiah. Sangat murah! Pos ini sebagai tanda bahwa puncak bukit sudah di depan mata. tapi perjuangan tidak berakhir sampai disini, kitaa harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendaki trek yang super duper curam ini. Kali ini aku benar-benar merasa salah kostum, mendaki pake rok berkibar. 
Jadi ini ceritanya jalur tercepat untuk sampai puncak,
karena trek sangat curam




Setelah berjuang cukup ekstra, di tengah tanjakan yang super duper curam ini, kami beristirahat sebentar dan bernaung dari terik panas matahari. Menikmati semilir angin segar yang berhembus, benar-benar nikmat Tuhan yang tiada tara. Aku pun mulai mengeluarkan kestressanku dengan berteriak-teriak ga jelas wkwkwk sambil bikin video pendek, sambil baca buku juga, cuman nyari halaman yang ada kalimat bijaknya sih sebenarnya xD sambil foto-foto juga tentunya. 

Bukit Budug Asu ini terletak di lereng Gunung Arjuno




Tempat ini secara keseluruhan kebersihannya cukup terjaga. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke puncak. Tinggal setengah jalan lagi sampai. 

Akhirrnyaa sampai di puncaak bukit






Wefie dulu

Akhirnyaaaaa..


mata kemasukan debu wkwk

Lereng Gunung Arjuno



Karena ini sedang musim Kemarau, maka kalian aku sarankan untuk membawa masker penutup hidung, karena sangat berdebu, beberapa kali mata kami kelilipan dan kemakan pasir. Hampir 3 jam perjalanan menuju Puncak Bukit Budug Asu ini jika jalannya santai sambil menikmati pemandangan. Untuk jalur pulangnya, ternyata ada jalur yang lebih landai. 




Ternyata disini ada dibuat papan bergambarkan anjing untuk berfoto ria dengan latar belakang Gunung Arjuno.







Saya terawang ANDA masih Jomblo ya? HAHAHAA WKWKW xD

Makan coki coki dulu, hmmh aku alergi cokelat beb maap :"(

Setelah dirasa cukup menikmati keindahan puncak bukit ini, pukul 12.00 WIB kami pun turun. Aku sempat terjatuh karena jalanan kering penuh debu ditambah sepatuku ini membuat jalanan terasa licin.

Goodbye Budug Asu

ternyata sepeda motor sejenis vespa bisa naik ke puncak ini lewat jalur pulang

masih sempat-sempatnya jepret pas kepeleset



trek saat pulang

walau sudah siang, udara tetap sejuk

Perjalanan pulang kami tempuh sekitar 2 jam saja. Entah kenapa kalau jalan pulang itu pasti serasa lebih cepat, kenapa ya hmmhh...

Ada tanaman kayu putih juga nih

kembali melewati perkebunan teh


pinjam bentar ya bu topi nya wkwkwk

by the way, pengen deh kapan-kapan ngajak kamu olahraga bareng kesini
hehehe 


Kami beristirahat lagi di mushola di kebun teh, eh tiba-tiba aja ada taksi angkot, ya udah lah ya daripada nunggu lagi, kami mending langsung naik saja. Ternyata, ketemu sama bapak angkot yang pas pertama kami naik tadi. hua wkwkk Bapak supir angkot pun bertanya bagaimana pengalamannya ke Bukit Budug Asu, waah sangat seru pak wkwk. Tapi capeknya iya juga wkwkw kaki serasa mau copot. Bayangkan, total perjalanan kami adalah 5 jam jalan kaki. Sebenarnya waktu pulang ini terdapat bapak-bapak yang menyediakan jasa ojek dengan biaya 20.000. Tapi karena kami anak kosan, 20.000 itu cukup berharga di mata kami, jadi kami terus saja jalan. 

 Karena masih ada waktu sekitar 2 jam lagi untuk keberangkatan kereta menuju Surabaya, kami pun memutuskan untuk singgah ke Pasar Lawang untuk mencari makan siang. Donna membeli buah Naga di pasar, sedangkan aku beli gorengan wkwk.


Makan siang lalapan lele

hmmmhh nyummiiiii :D


menyeberang jalanan lewat jembatan penyeberangan untuk naik
angkot selepas makan siang, Angkot dari pasar ke Stasiun cuman 3000 Rupiah.

Pemandangan di Lawang. Lawang adalah salah satu kecamatan dari Kabupaten Malang,
Jawa Timur

Tidak terasa kami pun sudah sampai di Stasiun Lawang, menunggu Kereta Penataran membawa kami kembali ke Surabaya. Karena kelelahan, Donna sempat tertidur, sedangkan aku hanya menyelondorkan kaki yang terasa pegal sekali. 

Sekitar jam setengah delapan kami pun tiba di Stasiun Wonokromo, dan waktunya pulang ke kos masing-masing. 


wah tidak terasa sudah selesai aja ceritanya wkwkw Buat kalian yang mau escape dari kejenuhan sejenak, sambil berolahraga, aku sangat merekomendasikan untuk backpackeran sehari mengunjungi Bukit Budug Asu yang berada di Lawang ini. Biaya yang dikeluarkan pun sangat terjangkau. 

Terima kasih sobat sudah membaca artikel ini sampai akhir.

Oiya, sedikit pesan dari Bukit Budug Asu kalau berkunjung kesini, biar ku capslock,

"HATI-HATI TERJEBAK KENANGAN."

"wkwkw emang kenangan ama siapa juga, kan situ jones win Hahahah" jahad :'(

Makasih banget buat sohibku tercinta, Donna, yang sudah menemani hikss terharu, lov u so mucchh muach akhirnya ngga wacana. kalau ada yang mau ditanyain silakan aja komen di kolom komentar bawah, atau ngasih saran, atau kritik, feel free aja. kalau mau ngasih coklat jangan, kasih keju aja wwkwkw

"Sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah." -Fiersa Besari

Salam hangat,
Winda Nur Azizah :*